Maka itu, UMM harus segera berbenah dan belajar teknologi dengan lebih baik. Bukan hanya perangkat kerasnya tetapi juga cara menggunakan dan memaksimalkannya.

Direktur Pengembangan Program dan Riset B-Sospol, Salahudin mengatakan, kelas ini bertujuan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul. Hal ini terutama dalam menghadapi period digital serta mampu mewujudkan programUMMPasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Profesional . “Hadirnya kelas ini juga berupaya untuk membantu dunia industri untuk mengembangkan organisasi berbasisbig datadanArtificial Intelegensi,” katanya.

Menurut dia, Kelas B-Sospol akan terus berlanjut dengan memberikan inovasi-inovasi sehingga mampu mencetak profesional. Dengan begitu, mereka bisa menjadi rujukan dunia industri sebagai pusat pengembangan SDM unggul dalam bidangdata science. Abstrak Pengertian “gender” sebagai cermin dari konstruksi sosial mengimplementasikan bahwa persoalan gender senantiasa tersekat-sekat oleh ruang dan waktu.

Di satu segi, membuka pengetahuan kita tentang cara masyarakat di sekitar kita memaknai arti maskulinitas dan femininitas. Dari segi yang lain, pada saat yang sama, mendorong kita untuk ikut menciptakan ulang batasan batasan tentangnya. Sejalan dengan hal itu, Wakil Rektor I UMM Profespr Syamsul Arifin menilai, saat ini sudah banyak pekerjaan-pekerjaan baru yang bermunculan. Tidak hanya di dunia industri, kemampuanbig data analysisjuga dibutuhkan oleh bidang akademik di sekolah maupun kampus. Sementara itu, Dekan FISIP UMM, Profesor DMuslimin menjelaskan, kelas-kelas CoE yang telah disediakan memang ditujukan bagi para mahasiswa maupun praktisi. Salah satunya kelas B-Sospol yang berusaha memberikan pemahaman lebih dalam tentangbig datadan AI.